Rabu, 12 November 2014

#AsalUsulAsal "Baper"

Standard
Alkisah hiduplah seorang wanita muda di negeri antah-berantah. Dia dikenal sebagai kembang kerajaan di sana. Dengan sepatu kacanya, dia menapakki sepetak demi sepetak pemukiman warga. Tak heran, semua lelaki melongok-kagum memerhatikan paras wajahnya. Beliau kerap disapa Princess. Princess Komariah.

Princess Komariah ialah sesosok putri raja yang amat cantik, juga amat sederhana. Meskipun dia putri raja, tak ada sedikit pun pengawal kerajaan yang mendampinginya. Wanita yang memiliki hobi blusukan ini, kerap disapa penduduknya, apabila dia sedang berjalan-jalan di pemukiman rakyatnya.

“Mbak Perincess Komariaaah, aku mau selpi dong sama mbake,” sapa gadis desa berkemben yang bertuliskan "Punk Not Dead", seraya mengambil kaca di dalam baskomnya. Dia meminta selfie. Pada zaman ini, selfie merupakan kegiatan mengaca bersama.

“Boleeeeh,” balasnya dengan senyum tipis, sambil merapihkan rambutnya untuk berkaca bersama.

Seperti pada umumnya, si gadis desa pun memulai selfie-nya dengan memberikan aba-aba. “Sijiiiii… loroooo… teeeee….” mereka berpose. “Aaaaaaak! Kok aku masih kalah canti’ sih sama mbak perinces Komariaaah?!” ucapnya dengan logat jawa kental. Si gadis desa kecewa berat, dia memasang muka penuh dengki.

“Ah, cantikan kamu kokkkk,” Princess Komariah tersenyum, sambil mengelus pipi kanan si gadis desa.

“Ah! Mbak Perincess bohong! Mbak bilang gitu biar aku seneng aja, kan?!” gadis desa itu menghempaskan tangan Princess Komariah. “Enggak, sayang. Bener kok. Kamu cantik. Hehe” Princess Komariah tetap membalasnya dengan senyuman.

“Halah bohong! Ngaku aja!” si gadis desa tetap ngotot. Princess Komariah pun mulai geram dengan tingkah si gadis desa. “Beneraaan, sayaang, kamu cantik kok,” ujar Princess Komariah, kali ini dengan senyum terpaksa.

Si gadis desa tetap keras kepala. Dia berpikiran kalau Princess Komariah berkata demikian hanya untuk menyenangkan hatinya. Padahal, iya. “Halah! Aku tau kok! Jujur aja kali! Aku gak papa kok! Dalam hati mbak perinces, aku jelek, iya kan??!!! Dasar pembual!!!!”

Mendengar ucapan si gadis desa, princess Komariah makin geram, dia mendekatkan wajahnya ke wajah si gadis desa, lalu menarik kerah kebayanya. Anggap saja kebaya punya kerah. “AIHSIANYIIIING! DASAR BATU! WANIAN SIA KU AING?!!!” wajah princess Komariah memerah darah, matanya tajam sambil memancarkan sinar laser. Belakangan diketahui, ternyata princess Komariah titisan temannya Wolverine, Cyclops.

Melihat kemarahan Princess Komariah, si gadis desa pun terkejut. Maag-nya kambuh. Lalu dia pingsan, di pelukan Princess Komariah.

Warga yang menyaksikan dari kejauhan pun langsung bergerumul, lalu bertanya-tanya. “MBAAK PERINCES NGAPAIN DIAAAA??????????!?!” Princess Komariah kebingungan. Dia mencoba menjelaskan, tapi warga enggan percaya. “Ya ampun! Ternyata Mbak Perinces orangnya jahat ya! Dimintain selfie aja marah-marah! Diambil hati banget!  Kami kecewa!” ucap salah satu warga dari kerumunan. “Tuh, Nak! Kamu udah gede jangan kayak si mbak perinces ya! Dikit-dikit diambil hati!” ucap warga yang lainnya, kepada anaknya.

“Iya, jangan kayak si mbak perincess!” warga lain mulai ikut nyeletuk.
“Iya! Jangan kayak si mbak Per!”
“Iya! Dasar mbak Per busuk! Gitu doang diambil hati!” saut warga yang lainnya.

Sejak saat itu, sosok Princess Komariah yang kerap dikenal sebagai sosok sederhana dan rendah hati, dikenal menjadi sosok yang dikit-dikit diambil hati. 

Berhari-hari warga mengucilkan Princess Komariah, sampai-sampai semenjak kejadian itu, warga desa pun membuat kurikulum baru yang berisi tentang pengajaran agar anak-cucunya tidak menjadi manusia yang dikit-dikit diambil hati. Sikap warga pun nggak sampai di situ aja, demi melahirkan generasi yang diharapkan, semua bayi yang baru lahir, dibisiki, “Kamu kalau udah gede, jangan kayak mbakper ya, Nak!”

Mbak Per, Mbak Per, dan Mbak Per. Itulah kata yang selalu diingat oleh warga desa pada abad itu. Hingga kini, istilah itu masih dikenang. Akan tetapi, seiring berkembangnya zaman, pengucapan mbakper terasa sulit, yang kemudian diubah menjadi: “Baper”.

-TAMAT-


4 komentar:

  1. jangan-jangan ntar isi buku lu bakalan kaya begini semua ya sat ceritanya?

    BalasHapus
  2. Ya Allah baang ada kerjaan yg lebih penting lagi gak selain bikin cerita ini? Bikin skripsi gitu misalny...

    BalasHapus
  3. oh.. jadi gini asal usul arti kata Baper :D

    BalasHapus

Komenin Ya!