Jumat, 12 September 2014

Tiwi, Jangan Bete!

Standard


Social media adalah salah satu wadah untuk memperbanyak teman. Mau kita kenal atau enggak, yang penting add dulu, siapa tau aja nantinya bisa lebih dari teman. Pertama kali gue berkecimpung di dunia socmed, socmed yang gue mainin adalah Friendster. Dulu zamannya Friendster, orang-orang masih terjerat dengan rezim alaynisme. Gue inget banget, pas zamannya Friendster, alay-alay saling menunjukkan bakat kealayan mereka masing-masing. Dikasih nama bagus-bagus orangtua "Wahyu Kartadi", malah masang nama "Mbonz". Hahahaha alay! Termasuk gue.

Makin ke sini muncul lagi socmed baru, namanya Facebook. Di Facebook, alay-alay perlahan memudar. Yang tadinya di Friendster pake nama samaran, di Facebook jadi pake nama asli, dan lengkap.

Pas ada Facebook, gue jadi rajin online. Temen SMA gue suka pamer kalau temen di Facebook-nya berjumlah ribuan. Dan saat itu, gue cuma empat puluh lima. Empat puluh temen sekelas, limanya lagi keluarga gue. Itu juga akun nyokap, gue yang megang.

Gue jadi terpacu buat banyakin temen di Facebook. Setiap ketemu temen, pertama kali yang gue tanyain Facebook. Setiap ketemu kenalan baru, yang gue tanyain Facebook. Bahkan, pas gue ngeliat tulisan nama orang di tembok kamar mandi sekolah aja, temboknya langsung gue coret, "Nama lo nggak penting! Facebook! Facebook lo apa?!".

Singkatnya, Friends gue mencapai ribuan. Baik yang dikenal, ataupun enggak.

Tadi pagi sehabis kuliah, gue iseng ke perpustakaan buat internetan. Buka Facebook. Di sana internetnya kenceng banget. Lagipula, udah lama juga gue nggak pernah buka Facebook.

Gue scroll newsfeed sampai bawah. Terus nge-scroll. Dan teruuuss sekiranya telunjuk gue udah muter 7 kali. Suatu ketika, gue ngeliat orang ini di Facebook.


Jeng jeng jeng!

Astaghfirullah! Tiwi?! Kamu kenapa?!

Dada gue langsung berdegup dengan kencang. Lidah membeku. Keringat dahi mengucur deras. Gue sontak memikirkan keadaan Tiwi. "TIWI! KAMU KENAPA?! BETE?! BETE KENAPA?!" 

Gue mondar-mandir nggak karuan. Gue mencoba menghubungi nomor darurat 911. Belakangan baru sadar, handphone gue ketinggalan di kelas. Gue bergegas berlari menuju kelas yang berada di lantai 7. Sialnya, lift kampus sedang dalam perbaikan. Mau nggak mau, gue harus menaikki anak tangga. Ya, semuanya demi Tiwi. Gue nggak mau Tiwi kenapa-napa. Gue nggak mau Tiwi bete tanpa alasan yang jelas. Gue nggak mau Tiwi menyendiri di sudut ruangan, sambil membuat lingkaran besar-lingkaran kecil di lantai dapur rumah tetangganya.

"Halo, Mas. Apa benar ini nomor darurat?!" tanya gue dengan nada suara yang tak beraturan.
"Ya, betul. Ada yang bisa saya bantu, Mas?" jawab seseorang dengan nada suara kebapakkan.
"TIWI DI MANA?! TIWI KENAPA?! APA YANG SEBENARNYA TERJADI DENGAN TIWI?! TIWI MANA MAS?! TIWI MANA?????!"
*tut tut tut* 

Koneksi telepon mendadak terputus. Gue makin panik. Jangan-jangan Tiwi tau apa yang gue perbuat, lalu nyamperin mas-mas darurat-nya, memotong kabel teleponnya, kemudian melilitkan potongan kabel tersebut hingga akhirnya si mas-mas darurat tewas seketika.

Gue bergegas kembali membuka profile Tiwi. Hanya ini yang bisa gue lakukan. Ya, menginvestigasi sendirian. 

Dan sesaat kemudian, gue menemukan statusnya.


Apah?! Berantem?! OH! Jadi Tiwi bete karena berantem?! Siapa yang berantem, Tiw?! SIAPA??!

Gue makin penasaran dan melanjutkan investigasi. Meskipun nggak kenal, gue nggak mau Tiwi kenapa-napa. Ingat, satu teman Facebook sangat berharga buat gue. Sungguh. Gue nggak mau kehilangan Tiwi.

Sesaat kemudian, gue menemukan bukti yang terbaru seputar misteri betenya Tiwi...


ASTAGA! Maaf?! Kamu salah apa, Tiw?! Kamu nggak salah! Aku yang salah! Lantas, Andre itu siapa?! Dia yang bikin kamu bete??! IYA???!

Darah gue perlahan mulai naik. Gue nggak terima Tiwi diperlakukan sampai bete. Gue nggak tega ngeliat cewek dikecewakan oleh laki-laki. Kalau sampai Andre pelakunya, gue bersumpah di atas nasi uduk yang telah ditaburi bawang goreng, gue akan mencari orang yang bernama Andre!

Misteri betenya Tiwi bagaikan teka-teki yang harus gue pecahkan. Kalau sampai enggak, orang yang pertama kali menyesal adalah gue. Gue nggak mau besok-besok Tiwi sampai ganti nama menjadi: Tiwi Bete Mau Mati Aja atau Tiwi Lelah Dengan Kehidupan Ini Mati Aaah.

Gue tetap meneruskan investigasi. Hingga akhirnya, menemukan ini...



DUAR!

Ternyata Tiwi sedang dilanda kegalauan yang maksimal. Dia didekati oleh banyak pria. Dimas Ekonomi, Dimas Hukum, Anggara, beserta 7 pria lain yang tidak disebuti namanya. Menurut hemat saya, semua pria ini mendadak mengatakan cinta kepada Tiwi. Karena bingung, Tiwi pun bete.

Gue mencoba care sama Tiwi dengan menanyakan ada apa dengan dirinya. Tapi apa daya, comment gue nggak berbalas. Gue mulai pasrah. Mau ngehubungin mas-mas darurat, tapi dia udah tewas. Gue jadi sadar kalau hidup memang keras. Hari ini benar-benar hari terpahit sepanjang perjalanan hidup gue.

Tapi gue nggak boleh nyerah. Nyerah tanda kalah. Kalah tanda tak menang. Tak menang tanda kalah. Gue harus meneruskan investigasi ini sampai titik darah penghabisan.

Dan akhirnya, setelah menghabiskan berliter-liter keringat bercampur airmata, gue menemukan jawabannya.


Ternyata, penyebab betenya Tiwi adalah Dimas dan Andre. Kini, Tiwi memilih untuk sendiri daripada harus memilih di antara keduanya. Mungkin dia berpikiran kalau lebih baik nggak dengan siapa-siapa tapi tenang, daripada dengan salah satunya, tapi ujung-ujungnya nggak tenang gara-gara diganggu oleh pihak yang lain.

Ummm... Tiwi, aku terharu. Kamu keren. Aku juga.

Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari kisah mengharukan Tiwi. Ya gue pribadi semoga aja, Tiwi lekas menemukan belahan jiwa yang terbarunya, lalu mengganti namanya menjadi Tiwi Bahagia.

Tiwi, kamu pasti bisa. Cheers.

21 komentar:

  1. *ganti nama Facebook jadi Oka Bersahaja*

    BalasHapus
  2. Nama lu ganti sekalian jadi Satria Mencari Cinta Sejati. Ehehehh

    BalasHapus
  3. Yang kuat ya, Tiwi. Ada bang satria kok disisi kamu....

    BalasHapus
  4. Astaga dan pinternya, gue langsung nyari tiwi bete di fb dan ternyata dia udh ganti foto profil :(

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Astaga dan pinternya, gue langsung nyari tiwi bete di fb dan ternyata dia udh ganti foto profil :(

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. Seketika gue nyari akun tiwi bete. Anyiiiing!!!!!!

    BalasHapus
  9. Dari semua cerita itu, yang sy pengen tau, tuh mas-mas operatornya apa kabar? Kan kasihan keluarga yang ditinggalkan beliau kalau nggak dikasih tau. Keluarganya jadi butiran debu dan nggak tau jalan pulang dong :'(

    BalasHapus
  10. Kampredlah!! jadi kepikiran si Tiwi hiks :'(

    BalasHapus
  11. untung facebook gue ga pake nama Tiwi. bahaya nih..

    BalasHapus
  12. Kayaknya status sama nickname fungsinya jadi sama gitu ya-_-

    BalasHapus

Komenin Ya!