Minggu, 16 Maret 2014

Hal yang Patut Diperjuangkan

Standard
Di buku Manusia Setengah Salmon karya Raditya Dika, dia mengutarakan dari berbagai kejadian kalau esensi dari kehidupan adalah perpindahan. Apapun itu, mulai dari perpindahan rumah, sampai ke permasalahan paling kompleks di bumi ini, perpindahan hati. Gue sangat setuju sama statement beliau. Ya, esensi dari kehidupan memang perpindahan. Lengkapnya, perpindahan untuk menuju kebahagiaan.

Baru-baru ini gue sempet ngobrol cukup serius sama sahabat gue. Namanya, Rama (nama disamarkan) (suara juga disamarkan), dia sedikit berbagi keluh kesah dengan gue tentang kasus percintaannya dia. Mungkin kalau gue berada di posisi dia, gue juga akan sama persis dengan dia. Sama-sama bingung nanggepinnya gimana. Tapi, hal inilah yang mendasari gue buat bercerita di sini, ya mungkin aja ada yang pernah ngalamin, atau sedang mengalami kasus seperti ini. Jadi, kita bisa saling berbagi argumen.

Bisa dibilang, sahabat gue ini orang yang terlalu selektif dalam memilih pasangan. Beberapa wanita yang dia dekati, selalu mau sama dia. Selalu pengin jadi kekasih dia. Akan tetapi, ketika berada di proses PDKT, dan si gebetannya tersebut sudah mau sama dia, dia sering meninggalkan wanita tersebut dengan alasan, "nggak cocok" sontak gue bingung kenapa nggak cocok, dari dua (kalau dijumlahin, semua gebetannya kira-kira ada 10 lebih) gebetan sebelumnya (yang menurut gue cantik), gue tanya satu-persatu alasan kenapa dia bisa ninggalin wanita tersebut. 

Mulai dari cewek pertama. Cewek pertama, sebut aja namanya A, dia bertemu wanita ini di salah satu ajang turnamen basket di daerah Jakarta. Dia berkenalan, dekat, dan sempat beberapa kali jalan bareng ke sebuah pusat perbelanjaan. Mungkin menurut orang-orang, PDKT adalah hal yang pasti. Hal yang pasti untuk jadian ketika keduanya sudah saling berkomunikasi secara intense dan sudah sering menghabiskan waktu berdua. Tapi untuk dia, hal tersebut bukan berarti sudah diharuskan untuk jadian. Menurutnya, PDKT adalah proses pencocokan yang di mana, ketika sekiranya merasa tidak bagus untuk ke depannya dalam hal proses PDKT, lebih baik berhenti dari sekarang, daripada ketika sudah pacaran, lalu putus di tengah jalan. Dia mencoba untuk mengerti wanita tersebut, sampai akhirnya, dia merasakan kalau wanita tersebut tidak cocok untuk dia. Ya, wanita tersebut memiliki sifat kekanak-kanakan.

Ketika gue tanya, "Kenapa lo nggak mau sama dia? Bukannya cewek emang selalu punya sifat kekanak-kanakan?" Rama menjawab, "Memang, wanita selalu punya sifat kekanak-kanakan. Dan yang lo harus bedain, ada yang kekanak-kanakan dari sananya (memang sifat dasarnya), ada juga yang kekanak-kanakan yang dibuat-buat. Kalau kekanak-kanakan yang dari sananya, gue sangat menerima tipe wanita tersebut. Gue malah suka sama tipe cewek seperti itu, seriously. Tapi dia, kekanak-kanakannya dibuat-buat. Dia pengin keliatan imut di depan gue. Dan gue, nggak suka dengan caranya dia yang dibuat-buat. Gue geli." 

Dia pun ninggalin cewek tersebut.

Sekarang cewek yang kedua. Setelah dia menceritakan dengan panjang lebar ke gue, intinya, dia sebenarnya kenal sama wanita ini udah lama. Udah lama banget. Dan gue pernah ditunjukin fotonya sama dia, menurut gue, ceweknya ini cantik. Cantik, putih, behel, ya pokoknya begitulah. Anak Jakarta banget gayanya. Karena gue penasaran, gue tanya lagi, "Kenapa cewek secantik ini lo tinggalin?" dia menjelaskan cukup panjang lebar ke gue. Singkatnya, menurut informasi teman-temannya, wanita ini memang mempunyai perasaan yang sama dengan Rama. Dia sama-sama suka. Tapi sayangnya, Rama ngerasa kalau dia berjuang sendirian untuk mendapatkan hati si wanita tersebut. Sebenarnya, cinta itu simple, kalau kita suka, kejar. Jangan sesekali mengandalkan gengsi buat memiliki hati orang lain yang apalagi memang kalian suka. Meskipun ada ungkapan, "Aku kan ceweeek.." oke, masih bisa diterima. Mungkin salah satu cara selain mengejar adalah; menunjukkan. Dengan hanya menunjukkan, itu saja rasanya sudah cukup membantu kaum pria yang sedang memperjuangkan kalian. Bukan karena mengandalkan gengsi, lantas kalian berpikir, "Gue kan cewek. Kalau lo mau sama gue, ya kejar. Masa bodo. Ikutin cara main gue." no, big no. Tugas wanita memang menunggu pria, dan tugas pria memang mengejar wanita. Sudah ada peran masing-masing. Tapi, jangan pernah melupakan kalau selain menunggu, tugas wanita yang harus dilakukan adalah; menunjukkan.

Akhirnya, dia ninggalin cewek tersebut dengan alasan; "Gue ilfeel"

Hingga akhirnya, dia menemukan sesosok wanita yang selama ini dicari-cari oleh dia. Ya, namanya Mili (nama disamarkan) (suara juga). Sebelum dia bercerita panjang, terlebih dahulu gue dikasih liat fotonya. Dari sepenglihatan gue, Mili memiliki paras yang cantik, putih, manis, lucu, dan menurut gue emang perfect. Mungkin kalau gue kenal Mili, gue juga bakalan naksir berat sama dia. 

Lantas, gue coba tanya lagi, "Trus, kalau Mili? Apalagi masalahnya, Ram?"

Seketika gue speechless mendengar ceritanya. Rama bercerita, mulai awal dia kenal sama Mili, Mili bisa mengubah dia dalam hal segalanya. Mulai dari yang biasanya nggak pernah begadang, mendadak jadi sering begadang hanya untuk menemani Mili mengerjakan tugas. Mulai dari yang tadinya malas untuk bangun pagi, jadi rajin hanya karena nggak mau keduluan mengucapkan, "Selamat Pagiiiii". Sampai ke hal yang konyol seperti sengaja pulang tengah malam, naik motor, hanya untuk mendapatkan ucapan, "Hati-hati ya di jalan. Udah malem. Baca doa ya.." yang nggak pernah dia dapatkan sama sekali dari orang-orang sebelumnya. Ya, terkadang, hanya karena jatuh cinta seseorang bisa cepat berubah dengan drastis. Bisa melakukan hal-hal konyol yang bisa dibilang di luar akal sehat. Dan bisa juga membuat seseorang tersebut melakukan kegiatan yang sebelumnya belum pernah mereka lakukan. Namun, rasa saling suka dan saling perhatian yang dijalankan oleh Rama dan Mili ternyata nggak cukup buat mereka bisa menyatu. Kenyataannya, Mili sudah terlebih dahulu dimiliki sama orang lain.

Sampai tahap ini, gue kaget. Gue bener-bener kaget. Kenapa Rama bisa ngedeketin cewek, dengan kondisi dia punya pacar. Dia pun menjelaskan ke gue cukup panjang tentang Mili. Awalnya, dia memang nggak berminat sama sekali untuk mengganggu hubungan orang. Sampai akhirnya dia tahu kalau Mili setia terhadap orang yang salah. Dia setia dengan seseorang yang jelas-jelas nggak bikin dia bahagia, bahkan tertekan. Tapi salutnya Rama, Mili bisa menutupi segala tekanan tersebut dengan segala sifat keceriaan yang dia miliki. Itu lah yang membangun pikiran Rama untuk meyakinkan Mili kalau dia nggak pantas dengan orang tersebut, dengan menjadikan dirinya sebagai pilihan Mili. Menurut Rama, Mili lebih cocok dibahagiakan daripada dikecewakan. Dan juga menurut Rama, Mili sebenarnya tertekan, namun, karena bingung harus berbuat apa, Mili pun mencoba setia. Tepatnya, kesetiaan yang salah. Walaupun tindakan Rama penuh dengan resiko, tapi yang sering diingat oleh Rama adalah, "Tidak ada kebahagiaan yang datang tanpa resiko" ya, sesimpel itu pikirnya. 

Gue coba liat chat Rama dengan Mili. Sontak gue kaget. Rama berubah dalam hal chat. Yang biasanya kalau chat cuek, berubah jadi perhatian. Super perhatian. Yang tadinya formatnya dewasa, berubah menjadi kekanak-kanakan. Tapi itu semua, Rama lakukan hanya untuk Mili. Ya, hal yang gue bilang bodoh tersebut ternyata Rama lakuin. Mili memang tipe wanita yang paling beda ditemuin Rama. Rama merasa, Mili benar-benar cocok untuk dia. Semua aspek yang selama ini Rama cari, ternyata semuanya melekat pada diri Mili. "Mili itu lucu, dia berhasil membuat gue selalu semangat, membuat gue selalu tertawa, membuat gue jadi mood buat ngapa-ngapain, dan yang paling gue suka dari Mili adalah; dia menunjukkan ketertarikannya sama gue. Dia nggak menuhankan gengsi. Dia apa adanya. Dia orang yang selama ini gue cari. Dia yang bisa mengembalikan rasa percaya diri gue setelah gue kehilangan orang yang gue sayangi sebelumnya. Ya, dia se-perfect itu di mata gue. Gue nggak akan rela melepaskan orang yang jelas-jelas patut diperjuangkan seperti dia (Mili). Orang yang jelas-jelas sangat bisa dan sangat sanggup buat gue bahagiain. Jadi, selama dia nggak bahagia sama pacarnya, gue bakalan tetap memperjuangkan dia. Apapun caranya." jelas Rama ke gue. Setelah mendengar perkataan tersebut, gue nggak bisa ngomong apa-apa lagi. Gue cuma bisa berharap sahabat gue bisa jadian sama dia. Walaupun, pada akhirnya hanya Tuhan yang menentukan jalannya.

Namun, semua usaha dan niat Rama pupus ketika dia melihat beberapa hal yang membuatnya untuk mundur mengejar Mili. Ya, kemesraan di social media. Setelah melihat itu, Rama berpikir kalau pemikirannya selama ini salah. Mili ternyata (keliatannya) bahagia. Walaupun belum tau pasti hal tersebut kebahagiaan sesungguhnya atau semu, yang jelas, Rama mempunyai prinsip kalau sampai kapanpun nggak akan mau merusak hubungan seseorang yang sudah jelas-jelas kedua pihaknya saling bahagia. Apapun kenyataannya, itu bentuk pilihan dari Mili. Mili memilih untuk tetap sama dia. Dia yang awalnya Rama pikir nggak bisa bikin Mili bahagia. Walaupun kenyataan itu semua menyakitkan bagi Rama, tapi, Rama mencoba menerimanya sebagai konsekuensi dari tindakan yang telah dia lakukan. Ya, patah hati. Rama pun mundur. Sekarang, Rama hanya bisa berharap kalau suatu saat nanti, dia bisa menemukan Mili-Mili yang lain, yang bisa mengembalikan rasa kepercayadiriannya setelah dia kehilangan orang yang dia sayang sebelumnya.

Begitulah kisah sahabat gue. Gue pun terharu sebenarnya. Cuma, ya mau gimana, kalau keadaan sudah memaksa, nggak akan ada lagi yang bisa menolong. Kalau gue liat dari sisi Mili, dia pasti dilema untuk memilih di antara dengan Rama, atau dengan pacarnya yang sekarang. Karna kalau seandainya Mili memilih dengan Rama, kemungkinan dia akan menanggung beban moral. Di satu sisi dia bisa mengikuti kemauan hatinya (untuk memilih Rama), di sisi lain akan timbul rasa bersalah dari dalam dirinya. Tapi, dari kisah ini gue dapat pelajaran kalau, "Perjuangkanlah seseorang yang memang patut diperjuangkan, meski dipenuhi dengan berbagai resiko. Dan perlu diingat, dalam hal percintaan, hendaknya membahagiakan orang lain, bukan mencuri kebahagiaan orang lain."

27 komentar:

  1. emang kadang sebuah hubungan justru dipertahanakan dengan orang yang sebenernya gak kita cinta-cinta amat

    BalasHapus
  2. Tjakep lah bang! Tidak ada kebahagiaan yang datang tanpa resiko. Apapun pasti ada resikonya.

    BalasHapus
  3. Gilak, cerita Rama exactly persis sm aku. Malah aku pernah diginiin "coba aku kenal kamu lebih dulu, pasti aku pilih kamu." Gilaaaaaak kak, tahan sm cewek yg alay najis mugoladoh 2th aasdfghjkl :'''

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahahahahaha, sedih amat ya. Masalahnya pake bilang, "Coba aku kenal kamu lebih dulu...." :))

      Hapus
  4. Jgn mundur! Salamin ke Temen lo itu banggg.

    BalasHapus
  5. Kalau Rama yakin Mili gk bahagia sama Pacarnya,, kenapa dia nggak terus perjuangin ??? Kalau Rama menyerah artinya dia menerima Mili tertekan terus.. dan itu bukan namanya cinta melihat org yang kita cintai tidak bahagiaa..

    BalasHapus
  6. bang kok tumben bener? ini nyentuh banget lah bang!

    BalasHapus
  7. Balasan
    1. mikirin lo kali tuhhh hahaha

      Hapus
  8. sukak ! Aku tipe cewe yang tidak menuhankan gengsi. Kalo aku suka ya aku tunjukin, kadang malah aku duluan yang nunjukin kalo aku suka sama doi :))

    BalasHapus
  9. "Perjuangkanlah seseorang yang memang patut diperjuangkan, meski dipenuhi dengan berbagai resiko. Dan perlu diingat, dalam hal percintaan, hendaknya membahagiakan orang lain, bukan mencuri kebahagiaan orang lain." hahaha kata-katanya................. saluut sama tulisan lo ka. bagus

    BalasHapus
  10. Bang oka: Kalo bertahan karna perasaan gimana bang? Bukan karna bahagia

    BalasHapus
  11. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  12. Ternyata yang ngalamin bukan cuma Rama ya. Tapi kalo cowok udah ngungkapin trus tiba-tiba dia ngehilang, itu sama aja gak berjuang kah? :')

    BalasHapus
  13. sat.... mau bilang apa ya di komen ini ? :") speechless aja hehehe.

    BalasHapus
  14. Kisah gue persis banget nih sama Rama & Mili. Tapi bedanya, sekarang gue berhasil dapetin sosok yang seperti Mili. Sedangkan Rama malah milih buat mundur. Gue malah pernah sampe diajak ribut sama mantannya pacar gue. Tapi ending-nya mereka putus dan cewek yang mirip Mili itu memilih gue.

    BalasHapus

Komenin Ya!